Senin, 26 Februari 2018

Dipelihara sejak 2000, Buaya Muara disita dari Ponpes Al-Hidayat Krasak Demak
Jumat, 10 Februari 2017 03:02Reporter : Parwito


buaya betina disita BKSDA Jateng dari Ponpes Al-Hidayat Demak. ©2017 Merdeka.com/parwito
Merdeka.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah (BKSDA Jateng) menyita dan mengevakuasi seekor buaya muara dengan nama latin 'crocodylus porosus' dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayat di Dukuh Krasak, Desa Temuroso, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Diketahui, buaya itu telah dipelihara sudah belasan tahun. "Buaya berkelamin betina ini sudah dipelihara di pesantren tersebut sejak tahun 2000 yang lalu," ujar Kepala Kantor BKSDA Jateng, Suharman di Kantor BKSDA Jateng Jalan Dr Suratmo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/2). Suharman menjelaskan keputusan penyitaan dan evakuasi setelah dilakukan evaluasi oleh sembilan orang petugas BKSDA Jateng. "Dibantu oleh 'keeper' (pawang) buaya dari Taman Satwa Mangkang Semarang dan dibantu para santri yang ada di Ponpes Al-Hidayat, akhirnya buaya memiliki bobot 300 kilogram dan panjang kurang lebih tiga meter itu dievakuasi," jelasnya. Suharman menjelaskan, BKSDA Jateng mengevakuasi buaya tersebut karena sesuai UU Nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAE dan PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa merupakan binatang yang dilindungi. Suharman menuturkan awalnya, mayoritas santri yang tinggal di Ponpes Al-Hidayat, Kabupaten Demak sebenarnya merasa kebaratan dengan penyitaan dan pengevakuasian buaya tersebut."Mereka, sampai-sampai sudah menganggap binatang melata itu bagian dari keluarga pesantren. Menurut salah satu pengasuh, Kiai Haji Ahmad Baidlowi, buaya tersebut sudah seperti anggota keluarga pesantren," ujarnya. Untuk memperlakukan buaya tersebut secara layak maka BKSDA Jateng menitipkan ke Lembaga Konservasi yang berkompeten di bidang pemeliharaan buaya."Buaya tersebut akan dititiprawatkan kepada lembaga konservasi yang sudah berizin untuk dicampurkan dengan buaya-buaya jantan. Rencananya akan dijadikan sebagai buaya indukan di penangkarannya,"pungkas Suherman. [eko]